Juni 01, 2018

Surjan, Baju Muslim Majapahit Yang Dikenalkan Oleh Sunan Kalijaga-Blangkon jogja


baju surjan
Blangkon jogja – Ketika musim mudik lebarang sudah tiba, banyak masyarakat muslim yang meluangkan waktu untuk membeli baju muslim. Pernahkah anda terfikirkan baju muslim ala Jawa yang mempunyai filosofi tinggi?. Di Jawa kususnya D.I Yogyakarta dengan nama sapaan jogja dapat dijumpai baju muslim yang sudah dikenal sejak sebelum adanya keraton Ngayogyakarta. Nama dari baju ini adalah Surjan.



Baju surjan ini dikenalkan oleh Sunan Kalijaga dan sampai sekarang masih akrab di masyarakat Jawa. bila dikenakan dengan Blangkon, baju ini adalah pilihan yang pas karenadari kerajaan ngayogyokarto dulu selain melestarikan baju surjan juga menjadikan blangkon jogja sebagai penutup kepalanya


Keraton Ngayogyokarto meneruskan baju yang digunakan sejak zaman Majapahit yang merupakan zaman sebelumnya. sebelum adany keraton yogyakkarta sudah dikenal baju surjan dikalangan kerajaan Majapahit. Kemudian setelah terpisahnya Majapahit menjadi Keraton Ngayogyokarto dan keraton Surakarta, baju ini menjadi baju resmi keraton Yogyakarta.


Baju surjan sering dikenal dengan baju lurik. Ketika keraton sedang mengadakan acara biasanya para perangkat keraton mengenakan baju ini. Sekarang baju ini dipakai oleh semua kalangan di masyarakat. Baju ini juga tersedia untuk pria dan wanita. Untuk model wanita, baju ini mempunyai wujud yang sedikit berbeda yaitu bagian depan dan belakang baju lebih panjang, terdapat pinggul baju dan dada yang berbeda dengan baju pria.


Motif Baju Surjan

Surjan Ontrokusuma


Baju surjan ini biasanya memakai motif lurik. Motif ini mempunyai beberapa tanda ketika dipakai oleh kalangan keraton. Terlah di sebutkan dalam surat kabar kedaulatan rakyat bahwa besar kecilnya lurik mempunyai makna tersendiri. Lurik yang lebih lebar mempunyai arti pemakainya lebih dekat dan mempunyai peringkat kepentingan yang lebih di kalangan keraton begitupun lurik sebaliknya.


Baju surjan memiliki beberapa motif yang berbeda. Yang paling dikenal oleh kalangan masyarakat adalah yang dijuluki dengan bajun lurik, kemudian ada baju lurik berpotongan (kotak-kotak) yang terdiri atas lurik vertikal dan horizontal yang saling memotong.


Selain adanya motif-motif surjan di atas, terdapat satu motif lagi yang tidak sembarangan orang boleh mengenakannya. Yaitu motif bunga, motif bunga juga disebut dengan motif Ontrokusuma. Pemakai motif ini di identikkan dengan keluarga utama dari keraton. Dan hanya orang tertentu yang mendapatkan izin dari keraton yang boleh menggunakan motif baju surjan ini.


Surat kabar Kedaulatan Rakyat di krjogja.com juga menyebutkan ada satu motif terahir baju surjan, yaitu motif bungan dengan garis tidak tegas. Tidak menggunakan warna yang mencolok. Berbeda dengan baju surjan motif ontrokusuma yang mempunyai bunga tegas dan garis yang tegas.

Surjan, Baju Muslim Majapahit Yang Dikenalkan Oleh Sunan Kalijaga-Blangkon jogja

Blangkon jogja – Ketika musim mudik lebarang sudah tiba, banyak masyarakat muslim yang meluangkan waktu untuk membeli baju muslim. Pe...